0
BERANDA POLITIK FOCUS PEMERINTAHAN PEMBANGUNAN HUKRIM
JAMBI PERWAKILAN DAERAH
REDAKSI SJB PEDOMAN MEDIA SIBER ADMIN
BERITA UTAMA
#217-ribu-personel-tni-polri-dikerahkan-lakukan-pengamanan-dan-penerapan-prokes......... #seorang-nenek-di-mendalo-ditemukan-tewas-bersimch-darah......... #jelang-2024,-setiap-pemimpin-diharap-jangan-saling-menyalahkan,-jalankan-program-periode-rakyat-!......... #sambut-perayaan-natal,-naposobulung-hkbp-jambi-gelar-bakti-sosial......... #inilah-15-titik-lokasi-wifi-gratis-di-kota-jambi......... #kampung-boncos-di-grebek,-polisi-amankan-18-orang-pengguna-sabu......... #danrem-042/gapu-dampingi-menko-pmk-sambangi-rs-dr.-bratanata-jambi......... #asn-wajib-batalkan-cuti-libur-natal-tahun-baru......... #ketua-mpr-ri bambang-soesatyo-alami kecelakaan......... #bareskrim-tangkap-4-tersangka-narkoba-jaringan-aceh,-total-224-kg-disita.........
PEMERINTAHAN

Fasha Optimis PPKM Kota Jambi Menjadi Level Satu


19 October 2021

KOTA JAMBI, SJBNews.co.id - Penyebaran covid-19 di Kota Jambi mulai terkendali. Hingga Senin 18 Oktober 2021, tercatat sudah 9.792 warga Kota Jambi yang terkena virus Covid-19.

Dari total itu, sebanyak 9.428 warga sudah sembuh. Kini hanya tersisa 23 kasus aktif. Sementara sudah sepekan lebih, tak ada lagi warga Kota Jambi yang meninggal akibat Covid-19.

Wali Kota Jambi, Syarif Fasha mengajak warga selalu menjaga protokol kesehatan dan melakukan vaksinasi. Meskipun kondisi Covid-19 di Kota Jambi sudah mulai turun.
 
"Jangan terlalu euforia berlebihan, terutama kalangan muda. Kita harus sama-sama menjaga ini supaya angkanya tidak naik lagi. Mudah-mudahan Kota Jambi bisa turun ke level 1," kata Fasha, (18/10).

Fasha berharap, meskipun diprediksi bakal ada gelombang ketiga Covid-19, jika warga tetap konsisten menjaga protokol kesehatan, maka hal tersebut tidak akan terjadi.

"Saya harap masyarakat sudah mulai teredukasi, rajin cuci tangan, tidak berkerumun, menjaga jarak. Sehingga mulai mengenali virus Covid-19 ini.Bisa dikalahkan atau dicegah dengan apa," katanya.

Selain itu, tidak ada lagi Rukun Tetangga (RT) yang berada di zona merah. Hanya ada 17 RT yang masih zona kuning. 
"Ini adalah buah dari kerja keras kita bersama. Kita pernah melakukan pengetatan PPKM Level 4, sehingga sekarang angka penyebarannya bisa kita tekan," jelasnya.

BERITA VIDEO