BERANDA POLITIK FOCUS PEMERINTAHAN PEMBANGUNAN COVID-19
MENU
REDAKSI SJBNews PEDOMAN MEDIA SIBER ADMIN
Pengunjung: 688801
SJBNews / FOCUS, POLITIK / Detail Berita
Selasa, 13 Juli 2021, 12:32 WIB 441 x baca
Komentar Sekjen DPD Partai Demokrat Provinsi Jambi Terkait Pemalsuan Tanda Tangan Tiga DPC Demokrat Oleh Pengacara Moeldoko
Redaksi SJBNews

Sekjen DPD Partai Demokrat Provinsi Jambi Mirza Haviz MM

JAMBI, SJBNews.

Perseteruan antara Partai Demokrat dengan kubu Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko, terus berlanjut.

Menjelang persidangan gugatan kubu Moeldoko pada Menkumham RI Yasona Laoly, Partai Demokrat mempertanyakan kredibilitas pengacara Rusdiansyah MH yang mewakili pihak KSP Moeldoko.

Rusdiansyah dan delapan pengacara lainnya dilaporkan pada Polisi karena memalsukan surat kuasa dari tiga Ketua DPC Partai Demokrat.

Surat kuasa palsu ini kemudian dipakai untuk menggugat keabsahan AD/ART 2020 DPP Partai Demokrat dimana KSP Moeldoko juga ikut serta sebagai penggugat.

Ketiga Ketua DPC tersebut melaporkan Rusdiansyah dan kawan-kawan pada polisi atas tindak pidana pemalsuan.

Aduan mereka dicatat dalam Laporan Polisi tertanggal 18 April 2021 dengan nomor: TBL/2062/IV/YAN.2.5/2021/SPKT PMJ.

Laporan kasus tersebut didasarkan pada KUHP pasal 263 ayat 1 dan ayat 2 dengan ancaman hukum 6 tahun.

Ketiga DPC itu adalah Ketua DPC Demokrat Konawe Utara Jefri Prananda, Ketua DPC Demokrat Muna Barat Laode Abdul Gamal, dan Ketua DPC Buton Utara Muliadin Salemba.
Setelah dilapoorkan, Rusdiansyah dan kawan kawannya yang juga bertindak mewakili KSP Moeldoko, tidak pernah muncul lagi pada persidangan selanjutnya dalam gugatan atas AD/ART PD 2020 ini walaupun sudah dipanggil secara patut menurut hukum.

Akhirnya, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat akhirnya memutuskan untuk menggugurkan perkara gugatan terhadap DPP Partai Demokrat tersebut (4/5).

Sementara itu DPD Demokrat Provinsi Jambi Melalui Sekjen Mirza Haviz Mengutuk keras tindakan oknum tersebut yang diduga telah memalsukan tanda tangan Pengurus partai Demokrat, harapannya aparat hukum dapat segera memproses hukum perbuatan mereka yang dengan sengaja ingin membuat kegaduhan ujarnya. (Jkp)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

Senang
0%
Terhibur
0%
Terinspirasi
0%
Bangga
0%
Terkejut
0%
Sedih
0%
Takut
0%
Marah
0%