BERANDA POLITIK FOCUS PEMERINTAHAN PEMBANGUNAN COVID-19
MENU
REDAKSI SJBNews PEDOMAN MEDIA SIBER ADMIN
Pengunjung: 688891
SJBNews / FOCUS, PEMERINTAHAN, PEMBANGUNAN / Detail Berita
Kamis, 17 Juni 2021, 13:15 WIB 109 x baca
KENDATI BERADU URAT SARAF DI MK, AHIRNYA PEMKAB KERINCI TERPAKSA JUGA MENYERAHKAN ASET KE PEMKAB KOTA SUNGAI PENUH.
Redaksi SJBNews


Salah Satu Aset Kota Sungai Penuh

KERINCI, SJBNews.
Sudah hampir sepuluh tahun bertahan,bahkan sampai adu urat saraf dimeja hijau Makamah konstitusi (MK)antara Pemkab kerinci denganl Pemkab kota sungai penuh,Ahirnya Pemkab kerinci terpaksa menyerahkan aset. Ke Pemkab kota.

Menurut sumber sjbnews ,pada tanggal 21 Juli nanti semua aset daerah yang berada dalam wilayah kota sungai penuh seperti beberapa buah kantor instasi dan rumah sakit harus segera diserahkan oleh Pemkab kerinci ke Pemkab kota sungai.

Menurut ketua DPRD kota sungai FAJRAN bea henpond pada sjb 16 Juni mengakui memang benar 21 Juli nanti semuan aset daerah kota yang dipakai oleh Pemkab itu harus di seruahkan ke Pemkab kota,sjb bertanya ,bagaimana seandai Pemkab kerinci tidak menyerahkan ? Di jawab FAJRAN kalau seandai itu terjadi kita kembalikan masalahnya ke pemerintah pusat,untuk apalagi harus bertahan ? Tandasnya.

Hal yang sama juga di akui oleh ketua dewan kabupaten EDMINUDIN,memang pada tgl 21 Juli nanti Pemkab kerinci harus mengembalikan aset ,seperti kantor kantor yang didalam wilayah kota itu ke Pemkab kota sungai penuh secara administratif,namun masih bisa pinjam pakai antara Pemkab kerinci  pada Pemkab kota menunggu sarana perkantoran Pemkab kerinci selesai di bangun,karena secara emosional antara Pemkab kerinci dan Pemkab kota itu hubungannya cukup baik,coba kalau hubungan kedua Pemkab ini tidak baik,mana mungkin Pemkab kota mau memberi pinjam pakai ungkap ketua DPRD kerinci EDMINUDIN yang selalu bertutur bahasa lemah lembut pada warga.

Beberapa hari belakangan ini namun masih di seasana bulan Juni 2021 wartawan sjbnews  Dilas cptelah memantau persiapan sarana perkantoran Pemkab kerinci di bukit tengah kecamatan Siulak Mukai,memang kelihatan sarana kantor tersebut sebagain belum siap,seperti kantor bupati,kantor ini bak seperti kerakap tumbuh dibatu,hidup segan mati tak mau,kenapa dikatakan begitu,mana mungkin bupati menempati kantor belum selesai dengan kondisi persis seperti kardus tanpa ada pasitas apapun,itu untuk tingkat dua,kalau lantai satu memang sudah ditempati oleh DPPKD,itupun pagarnya hanya dibuat seadanya saja,dilihat sepintas lalu itu bukain kantor tapi gudang biasa,karena dipagar keliling dengan seng buruk,berkemungkinan Pemkab kerinci mau melanjutkan pembangunannya tidak punya uang lagi,wah aneh jugak ya bupati harus ngontrak untuk tempat kantor,kemudian kantor DPRD dan kantor Dispora ,dua kantor tersebut  belum selesai samasekali hanya puing puing yang berdiri takubahnya seperti bekas hantaman rudal,bagaimana anggota dewan mau berkantor,kemudian rumah sakit,gedungnya sudah di jalur dua ,tapi dindingnya penuh dengan coretan,itupun letaknya di tengah semak blukar tanpa ada perawatan.

Kemudian hasil pantauan sjbnews terhadap beberapa kantor dinas instansi yang telah dihuni ,seperti Dinkes,dinas sosial,dikejar,bapeda,perdagangan,pupr ,kantor kantor tersebut sudah dihuni kurang lebih lima tahun,beberapa warga dibukit tengah ketika ditanya sjbnews tentang siapa yang membangun sarana dan prasarana kantor bukit tengah ini,dijawab warga ,ini semua dimasa pemerintahan h.murasman,semua kantor termasuk jalan itu murasman yang bangun,kalau pemerintah sekarang apa yang dibangun dibukit tengah ini tanya wartawan lagi pada warga,di jawab ,setahu kami tidak ada,yang ada jalan menuju lokasi rumah dinas bupati diseberang sana ke puncak sungai langit,apa sudah ada rumah dinasnya disana,tanya wartawan lagi pada warga,dijawab mana ada rumah dinas disana,jadi bagaimana bupati mau tinggal di rumah dinas,kami nggak tau tu pak wartawan.

Kepala badan perencanaan daerah(bapda) atmir ketika dijumpai diruang kerjanya,mengatakan memang Pemkab kerinci sangat mendapat kesulitan untuk menyelesaikan sarana dan prasarana Pemkab kerinci,karena APBD kerinci terlalu kecil,kendati STMIR tidak menyebut angkanya,apalagi dizaman covid APBD kami semangkon kecil,jadi untuk menyelesaikan perkantoran Pemkab kerinci ini harus bantuan dana pemerintah pusat,kalau hanya mengandalkan APBD ya terpaksa menyelesaikan perkantoran itu dengan cara berangsur dan dengan waktu yang cukup lama ,jadi kita sangat mengharapkan pada wakil wakil kita yang ada di pusat itu harus turut berperan aktif ikut memperjuangkan tambahan anggaran untuk Pemkab kerinci kata ATMIR. (DILAS)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

Senang
0%
Terhibur
0%
Terinspirasi
0%
Bangga
0%
Terkejut
0%
Sedih
0%
Takut
0%
Marah
0%