BERANDA POLITIK FOCUS PEMERINTAHAN PEMBANGUNAN COVID-19
MENU
REDAKSI SJBNews PEDOMAN MEDIA SIBER ADMIN
Pengunjung: 585749
SJBNews / FOCUS, PEMERINTAHAN, HUKRIM / Detail Berita
Minggu, 23 Agustus 2020, 14:55 WIB 119 x baca
Kisah Pengelola Budidaya Ikan Lele Yang Terdampak Pengeboran  Minyak PetroChina
Redaksi SJBNews

Suasana Pertemuan

Tanjab Barat, SJBNews - Polemik PetroChina International Jabung Ltd dengan masyarakat pengelola Budi daya ikan lele memasuki babak baru. Setelah sempat terkatung-katung selama dua tahun lebih tanpa ada kejelasan dari pihak manajemen PetroChina International Jabung Ltd.

Perjuangan menuntut hak tak pernah padam sampai kapanpun, demikian penuturan Sarjono Pengelola Kolam Ikan dari Desa Terjun Gajah Kecamatan Betara Kabupaten Tanjung Jabung Barat Provinsi Jambi.

Lebih lanjut Ia menyampaikan bahwa Ikan lelenya sebanyak 70.000 ekor hanyut karena kolamnya jebol terdampak pengeboran Minyak PetroChina. Ikan saat terjadi peristiwa itu berumur 1 bulan 20 hari, ( awal Februari 2018 ).

“Modal Saya habis total gara-gara jebolnya kolam lele Saya, Semua saya pertaruhkan dibisnis kolam ikan lele ini.”, ungkapnya dengan berapi-api Sarjono menceritakan bahwa modal begitu besar  dari Pembuatan Kolam, Bibit ikan lele, Pakan(pelet ikan), Vaksin(obat ikan), Jaring dan sarana lain dari hasil Jual Pintuan dan usaha panjat Madu.

“Saya membuka kolam ikan ini karena Saya punya cita-cita dan harapan, yang pertama karena anak-anak saya supaya bisa sekolah dan kebutuhanya lancar, yang kedua saya ingin membahagiakan orang tua saya ( Menunaikan Ibadah Haji ). Tapi karena peristiwa jebolnya kolam akhirnya ibu saya jatuh sakit dan akhirnya meninggal dunia. Saat ibu Saya sakit, terus Saya mencoba menghubungi PetroCina tapi tak pernah bisa. Harapan Saya yang ketiga karena Saya ada Penyakit Hernia dan harus operasi, cita-cita serta harapan Saya yang ke empat, sebagai manusia yang normal dan sudah lama hidup menduda, kalau- kalau ada jodoh, tentu ingin beristri lagi”, kisah Sarjono menambahkan.

Menurutnya Memang dirinya sudah berusaha untuk memperjuangkan hal ini dengan menghubungi pihak pihak terkait sampai ke Bapak Ir. H. Joko Widodo Presiden RI. Baru di pertengahan bulan Juli 2020 ada mediasi di Kantor Desa yang difasilitasi oleh Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jambi. Namun sangat disayangkan pihak PetroChina tidak hadir.

“Setelah adanya pertemuan tersebut pihak PetroChina bertemu dengan Saya difasilitasi Kepala Desa di Kantor Desa tapi menemui jalan buntu karena pihak PetroChina hanya menawarkan uang Rp. 7.000.000,00 (Tujuh Juta Rupiah). Jadi sangat jauh dari kerugian yang Saya alami sebesar Rp. 250.000.000,00 (Dua Ratus Lima Puluh Juta Rupiah), sampai saat ini tidak ada kabar beritanya lagi. Besar harapan Saya semoga Bapak Pimpinan PetroChina dapat memenuhi hak Saya yang telah bertahun-tahun tidak kunjung ada penyelesaian”. Harapnya. (As).

TAG:

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

Senang
0%
Terhibur
0%
Terinspirasi
0%
Bangga
0%
Terkejut
0%
Sedih
0%
Takut
0%
Marah
0%