KOTA JAMBI, SJBNEWS.CO.ID - Marga Purba Pakpak adalah salah satu komunitas sub marga pada Suku Simalungun. Walau sesungguhnya marga ini bermukim di sekitar desa Pamatang Purba. Dari desa inilah leluhur marga Purba pakapak menyebar hijrah dan merantau hingga ke seluruh pelosuk Nusantara, bahkan hingga ke belahan dunia.
Beberapa data menunjukkan orang Simalungun bermarga Purba Pakpak atau Boru Purba Pakpak, dan juga yang dilahirkan oleh Ibu boru Purba pakpak banyak berada dan bermukim di Benua Eropa Amerika, maupun Australia hingga belahan Benua lainnya.
Komunitas Purba Pakpak Boru dan Panogolan yang ada di kota Jambi terdaftar sebagai anggota sekitar 200 kepala keluarga. Dalam satu kumpulan terhimpun atas dasar satu keturunan dari Raja Purba Pakpak bernama Ompung Raendan Purba Pakpak.
Ompung raendan ini eksis sebagai salah satu raja dan memiliki wilayah kerajaan, yakni kerajaan Purba Pakpak yang istananya di desa Pematang Purba Kecamatan Purba Kabupaten Simalungun Sumatra Utara. Istana ini akhirnya diserahkan marga Purba Pakpak ke pemerintah Simalungun untuk mrnjadi cagar budaya dan dijadikan museum Simalungun.
Sebagian keturunan Ompung Raendan Purba Pakpak gelar Tuan Pangultopultop datang merantau ke Jambi dan tinggal menetap di Jambi. Sebagai satu keturunan, bersatulah dalam Tumpuan Purba Pakpak Boru Panogolan.
Setiap tahunnya melangsungkan pesta bona tahun. Pesta ini dimaksudkan untuk bersatu mengucap syukur ke hadirat Tuhan Yangmaha Kuasa, atas anugrah yang diberikan, sehingga semua anggotaPurba Pakpak Boru Panogolan sehat walafiat dan selalu diberkati.
Tahun 2025 ini dilangsunglan pesta bona tahun di vedung pertemuan Budi Mulia Mayang Kota Jambi. Dimulai dengan ib adah tang dipimpin Pendeta GKPS resort Bangko yang juga bermarga Purba Pakpak.
Dalam khitbahnya, beliau mengingatkan agar selalu sehati sepikir dan saling mengasihi dan saling perduli sesama Purba Pakpak Boru dan Panogolan. Di samping itu, juga harus menjadi orang yang selalu mau dan ingin menjadi orang yang srlalu bersyukur dan selalu mau berterimakasih kepada Tihan. Hal ini sejalan dengan tema pesta bona tahun 2025 yang diambil dari Kolose 10;14.
Dalam pelaksanaan pesta itu, setelah ibadah sebagai tanda ucapan syukur kepada Tuhan, dilanjutkan dengan manortor. Mulai dari tortor penasehat dan pengurus, namarsanina, boru dan terakhir tortor panogolan.
Dalam tortor itu, semua berpartisipasi memberikan ucapan terimakasihnya yang ditunjukkan lewat maortor sambil mangolopi(menyematkan sejumlah uang ke tangan yanh sedang manrtor atau menari).
Semua hasil tortornantinya akan digunakan untuk memberikan atauembantu setiap anggota bila melaksanakan pesta pernikahan maupun juga jika kemalangan.
Dalam pelaksanaan pesta itu, ketua Purba Pakpak Boru Panogolan kota Jambi St. DR. Andiopenta Purba Pakpak berpesan dan menghimbau agar kiranya semua anggota agar turut serta berpartisipasi dalam pelaksanaan pesta. Baik dalam hal pemikiran, tenaga, materi dalam rangka kemajuan Tumpuan Purba Pakpak Boru Panogolan Kota Jambi.
Pada pesta Bona tahun 2025, juga diadakan periodisasi kepengurusan, bahwa ketua St. Dr.Andiopenta Purba sepertinya sudah terlalu lama memimpin tumpuan, yang diperkirakan sepuluh tahun lebih.
Oleh karena itu dilakukan regenerasi pengkaderan kepada yang lebih muda. Kali ini terpilih Jon Franto Purba Pakpak br. Simanjuntak sebagai ketua periode 2025 sd 2028. Mantan ketua sebelumnya menjadi penasehat. Pada pelantikan pengurus baru tersebut, St. Dr. Andiopenta Purba mantan ketua, dan kini sebagai penasehat berpesan agar semua anggota terpanggil menjadi parsimada (pemilik) bersama atas Tumpuan.
Hak dan kewajiban bersama baik sanina, boru, panogolan harus bersama sama bertanggungjawab atas keberlangsungan dan kemajuan Tumpuan Purba Pakpak Boru Panogolan Kota Jambi. Majulah Tumpuan Purba Pakpak Boru Panogolan Kota Jambi.
(ADOP)